tentang jakarta city planning gallery

JAKARTA CITY PLANNING GALLERY, BENTUK BARU DALAM SOSIALISASI RENCANA TATA RUANG

Jakarta menjadi indah. Gedung-gedung tinggi seperti berebut mencium langit, hamparan perkantoran dan perumahan rakyat tertata rapi diantara bentangan jalan yang dipayungi rindangnya pepohonan. Kawasan hijau dan tempat fasilitas umum, menyebar dimana dimana seperti mengajak bermain melupakan kepengatan kehidupan Ibu Kota. Setidaknya, itulah Jakarta di masa depan yang tervisualisasikan dalam sebuah maket di Jakarta City Planning Gallery.

Harus diakui, sepertinya tidak semua orang tahu wujud Jakarta pada tempo dulu dan bagaimana Jakarta di masa mendatang. Tingginya laju pembangunan di berbagai sudut di Jakarta, membawa imajinasi dan presepsi orang tentang Jakarta sebagai kawasan metropolitan pada sekian puluh tahun nanti. Ada yang kawatir Jakarta berubah wujud menjadi kota menyeramkan, tapi tidak sedikit yang melihat positif laju pembangunan pada saat ini. Kondisi seperti ini membuktikan, kalau peran masyarakat dalam proses pemanfataan ruang sangat minim, sehingga mengiring ketidaktahuan posisi masyarakat itu sendiri sebagai pelaku pembangunan terutama dalam pemanfataan ruang. Tentunya, ini menjadi kendala bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam membangkitkan aspirasi masyarakat.

Terkait misi “Mewujudkan Jakarta sebagai Kota Modern Melalui Tertib Penyelenggaraan Penataan Ruang dan Bangunan Gedung yang Sesuai dengan Rencana Tata Ruang”, tentunya salah satu yang harus segera diwujudkan adalah penataan ruang yang ideal sesuai dengan standar kota jasa berkelas dunia. Karena sebagai ibu kota negara, Kota Jakarta memiliki peran penting untuk membangun citra dan kebanggaan nasional di tengah pergaulan masyarakat global. Upaya untuk mencapai kota yang bertaraf internasional, harus disadari bahwa dibutuhkan kesepakatan bersama dari seluruh lapisan masyarakat, sektor swasta maupun Pemerintah, sebab warga yang siap dan tanggap untuk terlibat dalam pembangunan merupakan kunci keberhasilan pembangunan suatu kota.

Mengikutsertakan masyarakat dalam mencapai tujuan sebuah pembangunan, tentunya bukan hal yang mudah. Apalagi, masyarakat tidak mengetahui secara jelas rencana pembangunan dan pemanfataan ruang yang akan dilaksanakan Pemrov DKI Jakarta. Diperlukan sebuah upaya, agar masyarakat tahu dan mulai mengenal kedudukannya dalam pembangunan, sehingga memupuk rasa cinta terhadap kota Jakarta yang mereka huni selama ini.

Selama ini, Dinas Penataan Kota Pemprov DKI Jakarta, terus berupaya meningkatkan partisipasi warga dalam bidang perencanaan tata ruang kota. Berbagai upaya telah dilakukan namun metode yang lebih sering digunakan masih mencakup metode sosialisasi dengan melakukan dialog, pertemuan, penyuluhan maupun pembuatan posterposter di tempat-tempat strategis. Lebih jauhnya, agar masyarakat mudah memhami perencanaan tata ruang kota, Dinas mulai menggarap sarana sosialisasi dengan melakukan inovasi-inovasi baru yang lebih menarik sehingga akan lebih meningkatkan efektivitas komunikasi dan sosialisasi perencanaan ruang yang telah dilakukan selama ini. Salah satu metode yang saat ini telah dipakai oleh negara-negara lain dalam mensosialisasikan perencanaan ruang melalui bentuk maket atau visual-visual lain berbentuk 3 dimensi.

Dalam menginformasikan dan mendeskripsikan suatu rancangan, maket merupakan salah satu sarana yang dianggap efektif. Bidang penataan ruang yang terkait erat dengan bentuk ruang dan bangunan tentunya memerlukan media ini terutama untuk menginformasikan perencananaan tata ruang, baik secara makro maupun mikro.

Pengertian maket itu sendiri sebenarnya adalah suatu gambaran bentuk rancangan bangunan, tata ruang maupun kawasan, baik dalam bentuk yang sesuai aslinya maupun dengan skala tertentu yang dapat menjadi acuan dalam pembangunan. Sejarah membuktikan bahwa maket telah memberikan kontribusi penting dalam perkembangan peradaban dunia. Bangsa Viking Eropa menggunakan maket untuk menjabarkan metoda konstruksi sebagai langkah awal pembuatan perahu-perahunya. Bahkan Jauh sebelum masehi, bangsa Romawi, Yunani dan Mesir kuno pun telah menggunakan maket untuk merepresentasikan bangunan arsitektur mereka.

Di zaman modern, para arsitek dan pelaksana konstruksi menganggap maket adalah suatu metoda yang efisien untuk menelaah dan mengkontrol pengaruh bentuk terhadap ruang, cost dan proses pelaksanaan. Para developerpun menggunakan maket sebagai metoda yang efektif dalam berpromosi dan menjual produk-produknya seperti: rumah, apartemen, mall, tempat wisata, dan bangunan komersial lainnya.

Jakarta City Planning Gallery Memupuk Partisifasi Masyarakat ”Tak Kenal, Maka Tak Sayang” Pribahasa ini, merupakan gambaran untuk menuangkan rasa dan keinginan agar memiliki dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Begitupula dengan pemahanan perencanaan pemanfataan ruang di DKI Jakarta, tanpa sebuah perkenalan yang baik makan masyarakat belum tentu mau untuk menyangi kotanya sendiri. Maket yang diyakini dapat memberikan pemahaman yang komprehensif tentang proses perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang kepada masyarakat atau seluruh pemangku kepentingan di Jakarta, diharapkan bisa menjadi jembatan rasa bagi semua pihak agar lebih mencintai Jakarta.

Langkah strategis untuk mulai menjadikan maket dan mengumpulkan pada sebuah tempat dimulai pada tahun 2008. Saat itu, Dinas Tata Ruang Provinsi DKI Jakarta mulai merencanakan pembangunan Jakarta Exhibition Center yang kemudian dilanjutkan dengan pembangunan keseluruhan fasilitasnya pada tahun anggaran 2009 dan kini telah berwujud menjadi Jakarta City Planning Gallery. Fasilitas ini mungkin ini merupakan fasilitas pertama terbesar di bidang tata ruang di Indonesia yang sangat informatif dan menarik untuk dikunjungi.

Sebagai sebuah gallery atau ruang pameran, Jakarta City Planning Gallery berisikan berbagai bentuk informasi terkait dengan penyelenggaraan tata ruang dan berbagai produk dan kebijakan tata ruang, baik yang telah dan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Visualisasi mengenai Jakarta tempo dulu pada saat terbentuknya Kota Jakarta melalui Pelabuhan Sunda Kelapa sebagai cikal bakalnya, Rencana Induk 1965-1985, RUTR 1985-2005, RTRW 2010 sampai dengan Jakarta masa depan yang tergambar dalam Konsep RTRW 2030, dapat dilihat, baik melalui gambar 2 dimensi maupun melalui maket Dalam Jakarta City Planning Gallery, maket merupakan media informasi utama karena dianggap menjadi media efektif untuk menginformasikan perencananaan tata ruang, baik secara makro maupun mikro.

Maket yang disajikan dalam Jakarta City Planning Gallery ini terdiri dari satu maket utama berukuran 6.0 m X 10.8 m (skala 1:750), yaitu maket dari sebagian atau ± 20% luas wilayah Provinsi DKI Jakarta yang merupakan kawasan yang berintensitas tinggi serta beberapa maket untuk kawasan-kawasan khusus/strategis, yaitu kawasan-kawasan yang telah memiliki Panduan Rancang Kota/UDGL (menjadi acuan dalam pembangunan kawasan) serta maket dinding untuk Kawasan Pantura Jakarta Utara.

Maket-maket yang disajikan di dalam Jakarta City Planning Gallery saat ini memang masih belum komplit karena hanya meliputi sebagian wilayah Kota Jakarta. Namun ke depan nantinya Dinas Penataan Kota Provinsi DKI Jakarta akan terus melengkapinya secara bertahap.

Jakarta City Planning Gallery ini diresmikan secara langsung oleh Bapak Gubernur Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 29 Januari 2010, dengan mengundang Bapak Menteri Pekerjaan Umum, Ketua DPRD, Unit-unit terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Para Pakar Bidang Tata Ruang, Asosiasi Profesi, Perguruan Tinggi dan Para Pengembang.

Tema yang diangkat dalam wahana ini adalah ”City Planning for All, Go Green” sesuai dengan tujuan dari wahana ini, yaitu untuk melibatkan masyarakat dalam perencanaan ruang dan sekaligus untuk mengenalkan konsep pembangunan yang berkelanjutan dalam upaya mewujudkan Kota Jakarta yang hijau. Jakarta City Planning Gallery merupakan impian dari Dinas Penataan Kota Provinsi DKI Jakarta dalam menyediakan fasilitas informasi tata ruang yang bisa diakses langsung oleh seluruh masyarakat terutama oleh para pelajar dari semua level, dari tingkat TK sampai Perguruan tinggi, karena selama ini banyak sekali pelajar terutama mahasiswa/i yang datang ke Dinas Tata Ruang untuk meminta informasi-informasi terkait dalam bidang tata ruang sehingga dengan mengunjungi Jakarta City Planning Gallery ini diharapkan akan memudahkan mereka dalam mengakses informasi-informasi tersebut sesuai dengan kebutuhannya.

Dengan dibangunnya Jakarta City Planning Gallery ini diharapkan peran serta masyarakat akan semakin nyata dalam proses perencanaan tata ruang kota karena melalui media ini, selain para pengunjung dapat memperoleh informasi-informasi tata ruang yang mereka butuhkan mereka juga dapat berinterkasi langsung dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan memberikan masukan, tanggapan, saran dan kritik terhadap produk-produk perencanaan maupun terhadap pembangunan Kota Jakarta secara keseluruhan demi terselenggaranya tata ruang Kota Jakarta yang lebih baik.

Jakarta City Planning Gallery awalnya bertempat di Dinas Penataan Kota Provinsi DKI Jakarta, Jalan Abdul Muis No.66 Lantai 3, Tanah Abang – Jakarta Pusat, dan saat ini sudah berada di Gedung Teknis Baru, Jl. Taman Jatibaru No. 1, Lantai 1 ANEX, Tanah Abang - Jakarta Pusat.